Review Film The Sixth Sense

Review Film The Sixth Sense

Review Film The Sixth Sense. Film The Sixth Sense yang dirilis pada 1999 kembali menjadi sorotan di akhir 2025 ini, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-26 dan pemutaran ulang di bioskop dengan format restorasi digital. Thriller supernatural karya M. Night Shyamalan ini, yang terkenal dengan twist akhir legendarisnya, terus menarik penonton baru sekaligus nostalgia bagi generasi lama. Cerita tentang psikolog anak Malcolm Crowe yang mencoba membantu bocah Cole Sear yang mengaku bisa melihat orang mati ini tidak hanya sukses besar secara komersial, tapi juga mengubah wajah genre horor psikologis. Hingga kini, film ini sering masuk daftar karya terbaik abad 20 akhir, dengan dialog ikonik “I see dead people” yang masih sering dikutip, membuktikan daya tahan ceritanya yang emosional dan mengejutkan. BERITA VOLI

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film The Sixth Sense

The Sixth Sense mengikuti Dr. Malcolm Crowe, psikolog yang trauma setelah ditembak pasien lama, lalu bertemu Cole Sear, anak laki-laki pemalu yang punya kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan arwah. Cole hidup dalam ketakutan karena arwah sering muncul dengan luka mengerikan dan meminta bantuan. Malcolm awalnya ragu, tapi perlahan percaya dan berusaha membantu Cole mengendalikan “karunia” itu. Alur dibangun secara bertahap dengan adegan menegangkan seperti arwah di dapur atau pesta ulang tahun, dicampur momen emosional antara Malcolm dan istrinya yang semakin menjauh. Narasi penuh foreshadowing halus—warna merah sebagai simbol, interaksi aneh—menuju twist besar di akhir yang mengubah pemahaman penonton terhadap seluruh cerita. Endingnya menyentuh, menggabungkan horor dengan tema penerimaan dan penyembuhan, tanpa resolusi murahan.

Akting dan Penampilan Para Pemain: Review Film The Sixth Sense

Bruce Willis sebagai Malcolm Crowe tampil beda dari image action hero-nya, dengan performa tenang dan penuh kerentanan yang membuat karakternya relatable. Haley Joel Osment, saat itu berusia 11 tahun, memberikan akting luar biasa sebagai Cole—ekspresi ketakutan, kesedihan, dan kelegaan yang begitu alami hingga membuat penonton ikut merasakan bebannya. Toni Collette sebagai ibu Cole, Lynn, menyampaikan kasih sayang dan kebingungan seorang orang tua dengan sangat menyentuh. Olivia Williams sebagai istri Malcolm dan Donnie Wahlberg dalam cameo singkat tapi intens turut memperkaya lapisan emosional. Ensemble ini begitu kuat, didukung arahan Shyamalan yang fokus pada close-up dan dialog natural, menghasilkan chemistry autentik yang membuat film terasa seperti drama keluarga dengan elemen supernatural.

Tema dan Warisan Film

The Sixth Sense mengeksplorasi tema komunikasi yang terputus, trauma masa lalu, serta pentingnya mendengarkan orang lain—baik yang hidup maupun mati. Arwah bukan sekadar hantu menakutkan, tapi simbol luka tak terselesaikan, sementara hubungan Malcolm-Cole mencerminkan penyembuhan bersama. Penggunaan foreshadowing cerdas dan twist yang fair membuat film ini benchmark thriller dengan kejutan. Di 2025, warisannya tak tergoyahkan: sering disebut sebagai puncak karier awal Shyamalan, memengaruhi banyak film supernatural kemudian, dan terus dibahas dalam konteks twist ending terbaik. Restorasi digital baru memicu diskusi ulang tentang relevansinya di era kesehatan mental, membuktikan cerita tentang melihat yang tak terlihat tetap powerful dan timeless.

Kesimpulan

The Sixth Sense bukan horor biasa, tapi perpaduan brilian antara ketegangan supernatural dan drama manusiawi yang mendalam. Dengan twist legendaris, akting memukau terutama dari Haley Joel Osment, serta tema abadi, ia tetap mengguncang dan mengharukan meski sudah seperempat abad. Di akhir 2025, pemutaran ulang ini kesempatan sempurna untuk menonton pertama kali atau ulang, karena dampak emosionalnya tak pernah pudar. Sebuah mahakarya yang mengubah genre dan membuktikan kekuatan cerita sederhana tapi dieksekusi sempurna, layak jadi salah satu film paling berpengaruh sepanjang masa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *