Review Film The Six Triple Eight: Batalyon Hitam

Review Film The Six Triple Eight: Batalyon Hitam

Review Film The Six Triple Eight: Batalyon Hitam. The Six Triple Eight (2024), disutradarai Tyler Perry dan dibintangi Kerry Washington sebagai Mayor Charity Adams, tetap menjadi salah satu film perang paling banyak dibicarakan sejak tayang perdana di bioskop dan Netflix akhir 2024 hingga awal 2026. Berlatar Perang Dunia II, film berdurasi 127 menit ini menceritakan kisah nyata Batalyon 6888 Central Postal Directory—satuan militer perempuan kulit hitam pertama dan satu-satunya yang dikirim ke Eropa untuk menyortir dan mengirimkan jutaan surat tertahan kepada tentara Sekutu. Hingga Februari 2026, film ini masih sering disebut sebagai salah satu karya terbaik Tyler Perry yang berhasil mengangkat cerita tersembunyi tentang kontribusi perempuan Afrika-Amerika dalam perang, meski mendapat ulasan campur karena beberapa elemen dramatisasi yang terasa berlebihan. INFO CASINO

Kisah Nyata Batalyon 6888 dan Perjuangan Ganda: Review Film The Six Triple Eight: Batalyon Hitam

Cerita berpusat pada Mayor Charity Adams (Kerry Washington), perwira kulit hitam pertama yang memimpin batalyon perempuan beranggotakan 855 tentara. Pada Februari 1945, unit ini dikirim ke Inggris dan kemudian Prancis dengan tugas membersihkan tumpukan surat lebih dari 17 juta lembar yang tertahan akibat kekacauan logistik perang. Mereka bekerja di gudang-gudang dingin, sering tanpa pemanas, dengan target menyelesaikan backlog dalam enam bulan—tugas yang dianggap mustahil oleh banyak perwira kulit putih.
Film menyoroti perjuangan ganda yang dihadapi para prajurit perempuan kulit hitam: diskriminasi rasial dari militer AS sendiri dan seksisme dari rekan tentara pria. Charity Adams harus melawan perintah untuk membubarkan batalyonnya, menghadapi rasisme dari komandan kulit putih, dan memastikan anak buahnya tetap termotivasi meski sering dianggap “tidak mampu” oleh atasan. Adegan paling kuat adalah ketika batalyon berhasil menyelesaikan tugas dalam tiga bulan—jauh di bawah target enam bulan—dan mengirimkan surat kepada tentara yang sudah lama tidak mendapat kabar dari keluarga.

Penampilan Kerry Washington dan Ensemble Cast: Review Film The Six Triple Eight: Batalyon Hitam

Kerry Washington memberikan penampilan yang sangat kuat sebagai Charity Adams: perwira tegas yang tetap tenang di bawah tekanan, tapi juga menunjukkan kerapuhan saat menghadapi rasisme sistemik. Ia berhasil menyampaikan rasa tanggung jawab besar terhadap anak buahnya tanpa jatuh ke stereotip “strong black woman” yang berlebihan. Pemeran pendukung seperti Ebony Obsidian, Moriah Brown, dan Bailee Lopes sebagai anggota batalyon menambah kedalaman emosional—mereka menggambarkan berbagai latar belakang, dari perempuan kota hingga pedesaan, yang bergabung untuk membuktikan diri di masa ketika perempuan kulit hitam jarang diberi kesempatan.
Tyler Perry sebagai sutradara berhasil menggabungkan elemen drama perang klasik dengan fokus pada pengalaman perempuan kulit hitam, meski beberapa kritikus merasa adegan emosional tertentu terlalu melodramatis. Visual film ini menggunakan warna dingin untuk menggambarkan gudang surat yang beku di Inggris dan Prancis, kontras dengan kehangatan interaksi antar prajurit.

Tema Utama: Ras, Gender, dan Kontribusi yang Terlupakan

The Six Triple Eight bukan hanya film perang; ia adalah pengingat tentang kontribusi yang sering terlupakan dari perempuan kulit hitam dalam sejarah militer AS. Batalyon 6888 adalah satu-satunya unit perempuan kulit hitam yang dikirim ke Eropa selama Perang Dunia II, dan keberhasilan mereka membersihkan backlog surat membantu menjaga moral tentara Sekutu. Film ini menyoroti diskriminasi ganda yang mereka hadapi: sebagai perempuan di militer dan sebagai orang kulit hitam di Amerika tahun 1940-an.
Tyler Perry tidak menghindari fakta sejarah: Charity Adams pernah diancam diturunkan pangkat karena menolak membubarkan unitnya, dan batalyon ini harus bekerja di kondisi yang lebih buruk daripada unit kulit putih. Namun film juga menunjukkan solidaritas antar perempuan dan kekuatan kolektif mereka dalam menghadapi rasisme sistemik.

Kesimpulan

The Six Triple Eight adalah film yang kuat, emosional, dan sangat penting—menyajikan kisah nyata Batalyon 6888 dengan cara yang menghormati tanpa berlebihan. Penampilan Kerry Washington sebagai Charity Adams luar biasa, sementara arahan Tyler Perry berhasil menyeimbangkan elemen drama perang dengan fokus pada pengalaman perempuan kulit hitam. Film ini bukan tentang pertempuran di garis depan, melainkan tentang perjuangan di belakang layar yang sama pentingnya bagi kemenangan Sekutu. Hingga 2026, film ini tetap relevan karena mengingatkan bahwa sejarah militer Amerika tidak lengkap tanpa cerita para prajurit perempuan kulit hitam yang bekerja dalam diam. Bagi penggemar film perang seperti Hidden Figures atau The Imitation Game, The Six Triple Eight adalah tontonan wajib yang penuh inspirasi sekaligus menyentuh. Sebuah karya yang berhasil menghidupkan kembali kisah yang terlupakan dan memberikan penghormatan yang layak bagi para anggota Batalyon 6888—para perempuan yang mengirimkan harapan kepada tentara melalui surat-surat yang mereka sortir dengan tangan dingin di gudang-gudang Eropa. Sangat layak ditonton dan diingat.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *