Review Film The Patient: Terapi Pembunuh

Review Film The Patient: Terapi Pembunuh

Review Film The Patient: Terapi Pembunuh. The Patient (2022), serial thriller psikologis FX on Hulu karya Joel Fields dan Joe Weisberg yang dibintangi Steve Carell sebagai Alan Strauss dan Domhnall Gleeson sebagai Sam Fortner, tetap menjadi salah satu produksi paling mencekam dan banyak dibahas hingga awal 2026. Serial sepuluh episode ini mengikuti kisah Alan, seorang terapis yang diculik oleh pasiennya sendiri, Sam, seorang pembunuh berantai yang memaksanya membantu mengatasi dorongan membunuhnya. Berlatar hampir seluruhnya di ruang bawah tanah rumah Sam, serial ini berhasil menciptakan ketegangan luar biasa hanya dengan dua karakter utama yang terkurung bersama selama berminggu-minggu. Hingga Februari 2026, The Patient terus dipuji karena pendekatan minimalisnya yang sangat efektif dalam mengeksplorasi tema terapi, moralitas, dan batas antara korban dan pelaku. INFO CASINO

Plot Utama dan Ketegangan Psikologis: Review Film The Patient: Terapi Pembunuh

Cerita dimulai ketika Sam, seorang pembunuh berantai yang sadar akan gangguan psikologisnya, menculik Alan—terapis Yahudi yang sedang berduka atas kematian istrinya—dan mengurungnya di ruang bawah tanah. Sam tidak ingin dibunuh atau diserahkan ke polisi; ia ingin Alan “menyembuhkannya” dari dorongan membunuh dengan terapi intensif. Alan, yang awalnya menolak, akhirnya terpaksa bekerja sama demi keselamatan dirinya dan anak perempuannya yang juga menjadi ancaman Sam.
Serial ini tidak mengandalkan adegan kekerasan berlebihan atau chase scene. Ketegangan dibangun sepenuhnya melalui dialog, ekspresi wajah, dan dinamika psikologis antara kedua karakter. Setiap sesi terapi menjadi pertarungan pikiran: Alan mencoba memahami akar trauma Sam, sementara Sam terus menguji batas moral Alan. Episode demi episode mengungkap lapisan baru tentang masa lalu keduanya—Alan yang kehilangan istri karena kanker dan merasa gagal sebagai ayah, serta Sam yang tumbuh dengan ibu yang abusive dan ayah yang menghilang. Pembunuhan yang dilakukan Sam ternyata bukan sekadar kekerasan acak; ada pola dan trauma yang mendasarinya, membuat penonton ikut mempertanyakan apakah ia benar-benar bisa “disembuhkan”.

Karakter dan Penampilan yang Mengesankan: Review Film The Patient: Terapi Pembunuh

Steve Carell memberikan penampilan terbaik dalam kariernya sebagai Alan Strauss—seorang terapis yang tenang, bijaksana, tapi perlahan-lahan retak di bawah tekanan. Ia berhasil menyampaikan rasa takut, empati, dan konflik batin seorang profesional yang terjebak antara kewajiban etis dan insting bertahan hidup. Domhnall Gleeson sebagai Sam Fortner luar biasa menyeramkan tapi juga menyedihkan—pembunuh yang sadar akan kejahatannya tapi tidak bisa menghentikannya. Chemistry keduanya sangat kuat; setiap adegan terasa seperti duel psikologis yang nyata.
Serial ini tidak menjadikan Sam sebagai monster kartun atau Alan sebagai pahlawan sempurna. Ada momen ketika Alan mulai mempertanyakan metode terapinya sendiri, dan Sam menunjukkan sisi manusiawi yang membuat penonton ikut bingung: apakah ia pantas diselamatkan atau harus dihentikan dengan cara apa pun?

Kesimpulan

The Patient adalah serial yang langka: minimalis sekaligus sangat mencekam, lambat tapi tidak pernah membosankan, dan psikologis tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada dinamika dua karakter utama yang terkurung bersama, penampilan luar biasa Steve Carell dan Domhnall Gleeson, serta cara cerdasnya mengeksplorasi batas antara terapi dan manipulasi. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar thriller psikologis seperti Mindhunter atau Hannibal, tapi dengan pendekatan yang lebih intim dan manusiawi. Hingga 2026, The Patient tetap relevan karena menunjukkan bahwa terkadang musuh terbesar bukan orang di luar, melainkan dorongan di dalam diri kita sendiri. Jika kamu sedang mencari serial yang membuat otak bekerja keras sekaligus jantung berdegup kencang, The Patient adalah pilihan tepat. Tidak ada musim kedua yang direncanakan, tapi satu musim saja sudah cukup untuk meninggalkan kesan mendalam. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang terapi paling berbahaya adalah ketika pasien memegang kendali sepenuhnya. Sebuah karya yang cerdas, gelap, dan sangat tepat waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *