review-film-superman-2025-reboot-dc-mulai-cerah

Review Film Superman 2025: Reboot DC Mulai Cerah?

Review Film Superman 2025: Reboot DC Mulai Cerah? Film Superman (2025) yang disutradarai James Gunn akhirnya tayang 11 Juli 2025 dan langsung jadi pembicaraan panas di kalangan penggemar DC. Sebagai film pembuka DC Universe baru, reboot ini bawa harapan besar setelah beberapa tahun DC kesulitan dengan tone gelap SnyderCut dan kegagalan box office The Flash. David Corenswet jadi Clark Kent/Superman baru, Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane, Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor, dan cast pendukung seperti Isabela Merced (Hawkgirl), Edi Gathegi (Mister Terrific), dan Nathan Fillion (Guy Gardner). Dengan budget US$363 juta dan box office global sudah tembus US$617 juta hingga Januari 2026, film ini sukses finansial dan dapat rating segar 82% di Rotten Tomatoes. Tapi pertanyaan besarnya: apakah reboot ini benar-benar bikin DC mulai cerah lagi? BERITA BASKET

Kekuatan Utama: Tone dan Visual yang Segar di Film Superman 2025: Review Film Superman 2025: Reboot DC Mulai Cerah?

James Gunn berhasil bawa tone yang jauh lebih cerah, optimis, dan fun dibanding era Snyder. Superman digambarkan sebagai sosok penuh harapan dan kebaikan, bukan anti-hero yang gelap. Visualnya epik—pertarungan di langit Metropolis, efek CGI Krypto yang lucu tapi memukau, dan warna-warna cerah yang bikin mata segar. Sinematografi oleh Henry Braham (Guardian of the Galaxy) berhasil tangkap skala superhero tanpa kehilangan emosi manusiawi. Chemistry antara Corenswet dan Brosnahan jadi salah satu highlight. Corenswet bawa Clark yang awkward tapi tulus, sementara Brosnahan jadi Lois yang tajam, cerdas, dan tak mudah terpesona. Lex Luthor versi Hoult lebih psikopat dan obsesif, beda dari pendekatan sebelumnya—ia jadi villain yang benar-benar mengancam tanpa harus super kuat. Gunn juga pintar sisipkan humor khasnya tanpa bikin cerita kehilangan bobot, terutama lewat interaksi Superman dengan Justice Gang (Mister Terrific, Hawkgirl, Engineer, dll.) yang jadi pengantar DCU lebih luas.

Kelemahan Cerita dan Pacing di Film Superman 2025

Sayangnya, cerita terasa agak overstuffed. Film coba perkenalkan terlalu banyak karakter baru sekaligus, termasuk cameo Maxwell Lord dan Engineer yang kadang terasa dipaksakan. Plot utama—Superman lawan Lex yang pakai teknologi Kryptonian untuk ancam Metropolis—kuat, tapi subplot seperti hubungan Clark-Lois dan backstory Krypto terasa terburu-buru. Pacing di babak tengah agak lambat karena terlalu banyak exposition, meski babak akhir action-nya solid dengan pertarungan epik di langit dan ground level. Beberapa penggemar Snyder merasa film ini terlalu ringan dan kurang “berbobot”, sementara fans Gunn bilang justru itu yang dibutuhkan DC setelah bertahun-tahun gelap. Durasi 2 jam 9 menit terasa pas, tapi endingnya agak terburu-buru dalam setup sekuel—ada post-credit scene yang tease Lex dan Brainiac, tapi tak terlalu mengejutkan.

Performa Box Office dan Respon Penonton: Review Film Superman 2025: Reboot DC Mulai Cerah?

Dengan budget US$363 juta (termasuk marketing), film ini sudah untung besar dengan US$617 juta global hingga Januari 2026. Pembukaan domestik US$138 juta dan internasional US$220 juta jadi salah satu start terbaik DC sejak Aquaman. Di Indonesia, film ini laris di bioskop-bioskop besar dan dapat rating tinggi dari penonton lokal yang suka tone ringan dan aksi visualnya. Respon penonton campur tapi mayoritas positif. Banyak yang bilang ini “Superman yang kita butuhkan sekarang”—cerah, menghibur, dan penuh harapan. Skor CinemaScore A- dan post-viewing score tinggi di IMDb (7.8/10 dari 380 ribu vote) tunjukkan film ini berhasil tangkap hati penonton umum. Tapi ada kritik dari fans hardcore soal kurangnya kedalaman emosional dan terlalu banyak fanservice untuk setup DCU.

Kesimpulan

Superman 2025 bukan film sempurna, tapi ini reboot DC yang paling cerah dan menghibur dalam satu dekade terakhir. James Gunn berhasil bawa kembali esensi Superman sebagai simbol harapan tanpa kehilangan aksi epik. David Corenswet jadi Clark Kent yang relatable, chemistry dengan Lois kuat, dan visualnya memukau. Meski cerita agak padat dan pacing tengah kurang mulus, film ini berhasil jadi fondasi solid untuk DC Universe baru. Box office sukses dan respon positif tunjukkan arah cerah ini tepat sasaran. Buat penggemar DC yang lelah dengan tone gelap, ini jadi angin segar. Reboot DC mulai cerah? Ya, setidaknya untuk sekarang. Tunggu sekuelnya—jika Gunn terus konsisten, masa depan DC terlihat menjanjikan. Nonton kalau belum—layak banget!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *