review-film-saturday-night-chaos-snl-1975-lucu-banget

Review Film Saturday Night: Chaos SNL 1975 Lucu Banget

Review Film Saturday Night: Chaos SNL 1975 Lucu Banget. Saturday Night karya Jason Reitman yang tayang sejak akhir 2024 masih jadi salah satu komedi paling segar dan dibicarakan hingga awal 2026. Film ini menceritakan 90 menit paling kacau dalam sejarah televisi Amerika: malam pertama tayangnya Saturday Night Live pada 11 Oktober 1975. Dengan durasi 109 menit, film ini berhasil menangkap kegilaan, tekanan, dan euforia di balik layar saat tim muda pimpinan Lorne Michaels (Gabriel LaBelle) berjuang menyiapkan acara live pertama mereka. Cast-nya dipenuhi aktor muda berbakat seperti Rachel Sennott (Rosanne Shuster), Ella Purnell (Valerie), Kim Matula (Jane Curtin), dan Dylan O’Brien (Dan Aykroyd). Rating Rotten Tomatoes mencapai 85% dari kritikus dan 88% dari penonton. Apakah chaos SNL 1975 ini benar-benar lucu banget di layar lebar, atau cuma nostalgia buat penggemar lama? BERITA TERKINI

Rekonstruksi Chaos yang Sangat Hidup di Film Saturday Night: Review Film Saturday Night: Chaos SNL 1975 Lucu Banget

Jason Reitman memilih format real-time yang ketat—seluruh film berlangsung dalam 90 menit menjelang tayang langsung, tanpa flashback atau narasi luar. Kita ikut merasakan panik di ruang kontrol, ruang ganti, dan koridor NBC saat semuanya nyaris ambruk: sketsa belum selesai, penulis bertengkar, aktor panik, dan Lorne Michaels berlari kesana-kemari mencoba menyelamatkan malam itu. Adegan-adegan seperti Chevy Chase (Cory Michael Smith) yang terus mabuk, John Belushi (Lamorne Morris) yang hilang di lorong, dan Gilda Radner (Ella Purnell) yang panik karena gaunnya robek jadi momen paling lucu sekaligus menegangkan. Reitman berhasil menangkap energi liar tahun 70-an: musik rock, rambut gondrong, rokok di mana-mana, dan semangat “kami tidak tahu apa yang kami lakukan tapi tetap maju”. Visualnya penuh warna hangat, pencahayaan neon studio, dan kamera hand-held yang bikin penonton merasa seperti berada di belakang layar SNL sungguhan.

Performa Cast Muda yang Mengesankan: Review Film Saturday Night: Chaos SNL 1975 Lucu Banget

Gabriel LaBelle sebagai Lorne Michaels jadi jantung film—ia berhasil menangkap ambisi, kecemasan, dan karisma pemimpin muda yang harus mengendalikan kekacauan. Rachel Sennott sebagai Rosanne Shuster (versi fiksi dari Rosie Shuster) mencuri perhatian dengan sarkasme tajam dan komik timing yang sempurna. Ella Purnell sebagai Gilda Radner membawa energi liar dan kerapuhan yang pas, sementara Lamorne Morris sebagai John Belushi tampil sangat fisik dan kocak. Cory Michael Smith sebagai Chevy Chase juga menonjol—ia berhasil meniru ego dan pesona Chase tanpa jadi karikatur murahan. Ensemble cast muda ini terasa seperti tim sungguhan: saling dukung, saling sindir, dan saling panik bersama. Chemistry mereka jadi kekuatan utama—penonton bisa percaya bahwa inilah orang-orang yang akhirnya menciptakan SNL legendaris.

Kelemahan dan Perbandingan dengan Dokumenter SNL

Meski sangat menghibur, film ini punya kelemahan di pacing yang terasa terlalu cepat di beberapa bagian. Karena format real-time, banyak karakter hanya muncul sekilas tanpa cukup kedalaman—penonton yang tidak familiar dengan sejarah SNL bisa merasa beberapa nama dan momen kurang bermakna. Ada juga kritik bahwa film ini terlalu “manis” dan kurang menunjukkan sisi gelap seperti penggunaan narkoba atau konflik ego yang lebih dalam. Dibandingkan dokumenter SNL 40 atau Live from New York, film ini lebih ringan dan komedi-oriented—tidak terlalu dalam soal sejarah, tapi lebih fokus pada kegilaan malam itu. Bagi sebagian penonton, ini justru kekuatannya: film yang fun dan mudah dinikmati tanpa harus tahu banyak tentang SNL.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia yang suka komedi drama dan cerita behind-the-scenes menyambut sangat positif—film ini laris di bioskop-bioskop indie dan platform streaming, dengan banyak diskusi soal performa cast muda dan energi 70-an. Box office US$120 juta (dengan proyeksi akhir US$180–220 juta) tunjukkan sukses komersial untuk film drama-komedi R-rated. Di media sosial, klip “90 menit chaos” dan adegan Chevy Chase mabuk jadi viral. Film ini juga membuka diskusi soal tekanan live TV, kreativitas di bawah deadline, dan bagaimana kegagalan kecil bisa jadi momen legendaris. Banyak yang bilang ini salah satu komedi terbaik 2025 dan layak dapat pujian atas keberaniannya menceritakan sejarah dengan cara ringan tapi tulus.

Kesimpulan

Saturday Night adalah rekonstruksi chaos SNL 1975 yang benar-benar lucu banget dan menghibur. Cast muda tampil sangat mengesankan, atmosfer ruang kontrol terasa hidup, dan cerita penuh energi serta humor yang tulus membuat film ini layak ditonton berulang kali. Meski pacing cepat dan kurang kedalaman bagi penggemar sejarah SNL, film ini tetap jadi salah satu komedi terbaik 2025 yang berhasil tangkap semangat malam bersejarah itu. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu suka behind-the-scenes, komedi cepat, dan cerita tentang kreativitas di bawah tekanan. Kalau suka The Disaster Artist, Once Upon a Time in Hollywood, atau Boogie Nights, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tawa dan nostalgia 70-an. Film ini membuktikan bahwa kegilaan 90 menit bisa jadi legenda abadi.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *