Review Film Mencuri Raden Saleh: Pencurian Lukisan. Mencuri Raden Saleh (2022), film aksi-heist karya Angga Dwimas Sasongko yang tayang 25 Agustus 2022, masih menjadi salah satu produksi Indonesia paling sering ditonton ulang dan dibahas hingga awal 2026. Film ini berhasil menarik lebih dari 4,2 juta penonton di bioskop dan kini rutin menjadi tontonan favorit di platform streaming. Dibintangi Iqbaal Ramadhan sebagai Piko, film ini mengisahkan sekelompok pemuda jenius yang merencanakan pencurian lukisan legendaris Raden Saleh berjudul “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dari Istana Bogor. Di balik aksi pencurian yang penuh ketegangan, film ini sebenarnya adalah cerita tentang persahabatan, pengkhianatan, penebusan diri, dan harga yang harus dibayar ketika ambisi berubah menjadi obsesi. Mencuri Raden Saleh bukan sekadar film heist; ia adalah potret generasi muda Indonesia yang berusaha membuktikan diri di tengah sistem yang tidak adil. REVIEW KOMIK
Plot Heist yang Cerdas dan Penuh Ketegangan: Review Film Mencuri Raden Saleh: Pencurian Lukisan
Cerita berpusat pada Piko, seorang pemalsu lukisan berbakat yang dibesarkan di penjara karena ayahnya dijebak dalam kasus korupsi. Ia merekrut tim kecil yang masing-masing punya keahlian unik: Ucup (Angga Yunanda) ahli teknologi, Sarah (Aghniny Haque) ahli strategi, Fella (Rachel Amanda) ahli persuasi, Gofar (Ari Irham) ahli mekanik, dan Tuktuk (Umay Shahab) ahli kendaraan. Target mereka adalah lukisan Raden Saleh yang bernilai ratusan miliar dan disimpan di Istana Bogor dengan pengamanan ketat.
Pencurian direncanakan dengan sangat detail: pemalsuan identitas, hacking sistem keamanan, dan eksekusi malam hari. Film ini berhasil membangun ketegangan melalui persiapan panjang, pengkhianatan tak terduga, dan momen-momen kritis di mana satu kesalahan kecil bisa menghancurkan semuanya. Adegan pencurian di Istana Bogor—lengkap dengan laser, kamera pengintai, dan penjagaan ketat—terasa sangat realistis dan mendebarkan, meski tetap dalam batas kemampuan produksi lokal.
Karakter dan Dinamika Tim yang Kuat: Review Film Mencuri Raden Saleh: Pencurian Lukisan
Iqbaal Ramadhan sebagai Piko memberikan penampilan yang sangat matang—seorang pemuda yang terlihat dingin dan cerdas tapi sebenarnya penuh luka karena masa lalu keluarganya. Angga Yunanda sebagai Ucup membawa humor ringan tapi juga kedalaman emosional sebagai sahabat yang setia. Aghniny Haque, Rachel Amanda, Ari Irham, dan Umay Shahab melengkapi tim dengan karakter yang jelas dan chemistry yang terasa nyata—mereka bertengkar, saling ejek, tapi pada akhirnya saling melindungi seperti keluarga.
Reza Rahadian sebagai Wiryo (ayah Piko) dan Christine Hakim sebagai Bu Woro memberikan dimensi emosional yang kuat—mereka mewakili generasi tua yang terluka oleh sistem dan berharap generasi muda bisa memperbaiki semuanya. Konflik utama bukan hanya pencurian lukisan, melainkan pertarungan batin Piko: apakah ia melakukan ini untuk balas dendam, uang, atau untuk membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah.
Makna Lebih Dalam: Pencurian sebagai Bentuk Pemberontakan
Di balik aksi heist, Mencuri Raden Saleh adalah alegori tentang pemberontakan generasi muda terhadap sistem yang korup dan tidak adil. Lukisan Raden Saleh yang dicuri bukan hanya benda berharga; ia adalah simbol sejarah yang “dirampas” oleh kekuasaan. Piko dan timnya bukan pencuri biasa—mereka adalah “pencuri” yang ingin mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik rakyat.
Film ini juga menyentil tema bahwa ambisi dan dendam bisa membuat seseorang kehilangan arah. Piko belajar bahwa balas dendam tidak selalu membawa keadilan; terkadang ia hanya menambah luka baru. Banyak penonton merasa film ini seperti pengingat bahwa generasi muda punya kekuatan untuk melawan ketidakadilan, tapi harus hati-hati agar tidak menjadi seperti orang-orang yang mereka lawan.
Kesimpulan
Mencuri Raden Saleh adalah film yang langka: mendebarkan sekaligus sangat manusiawi, cerdas tapi mudah dinikmati, dan penuh makna tanpa terasa menggurui. Kekuatan utamanya terletak pada plot heist yang rapi, penampilan kuat Iqbaal Ramadhan dan ensemble cast, serta pesan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan sering kali dimulai dari hal-hal kecil seperti persahabatan dan keberanian mengambil risiko. Di tengah banjir film aksi berisik, film ini menawarkan ketegangan yang cerdas dan emosi yang tulus. Jika kamu mencari tontonan yang menghibur sekaligus membuat berpikir tentang keadilan dan pengorbanan, film ini sangat direkomendasikan. Mencuri Raden Saleh bukan sekadar film pencurian lukisan; ia adalah potret generasi muda yang ingin mengubah sistem dengan cara mereka sendiri—dan itu, pada akhirnya, adalah makna paling kuat dari sebuah film.
