review-film-london-love-story-2

Review Film London Love Story 2

Review Film London Love Story 2. Film London Love Story 2 yang dirilis pada 2017 kembali ramai dibahas di awal 2026. Sekuel romansa remaja ini sering ditayangkan ulang di platform digital, menyambung antusiasme dari film pertama yang sukses besar. Saat tayang perdana, karya ini menarik ratusan ribu penonton dalam waktu singkat, meski tak mencapai angka jutaan seperti pendahulunya. Kini, kisah lanjutan Caramel dan Dave di Swiss ini masih digemari, terutama dengan elemen cinta segitiga yang lebih rumit dan visual Eropa yang memukau bagi penggemar drama ringan. MAKNA LAGU

Plot dan Karakter Utama: Review Film London Love Story 2

Cerita melanjutkan hubungan Caramel dan Dave yang sudah harmonis. Dave memberi kejutan liburan ke Swiss untuk ulang tahun Caramel, tapi mendadak batal ikut karena urusan mendesak. Caramel berangkat sendirian dan dijemput Sam, teman setia. Di Zurich, ia bertemu Gilang, chef tampan pemilik restoran ternama yang ternyata masa lalu Caramel. Pertemuan itu memicu perasaan lama, membuat Caramel bimbang antara Dave tunangannya dan godaan Gilang.

Michelle Ziudith sebagai Caramel tampil lebih matang, menunjukkan gadis ceria yang galau. Dimas Anggara sebagai Dave tetap cool tapi protektif, sementara Rizky Nazar sebagai Gilang membawa karisma baru yang menggoda. Ramzi sebagai Sam menambah humor pendukung. Chemistry antar ketiga pemeran utama terasa tegang, membuat penonton ikut deg-degan dengan konflik cinta yang rumit.

Elemen Visual dan Romantis: Review Film London Love Story 2

London Love Story 2 menonjol dengan latar Swiss yang indah, dari pegunungan bersalju hingga kota Zurich yang romantis, memberikan napas segar dibanding London di film pertama. Romansa kali ini lebih dewasa, fokus pada ujian hubungan jarak jauh, masa lalu yang kembali, serta pilihan hati. Adegan manis di restoran atau salju terasa hangat, diperkuat soundtrack megah yang mudah bikin haru.

Disutradarai Asep Kusdinar, film ini punya tempo lebih cepat dengan konflik langsung, meski tetap penuh kebetulan khas romcom. Visual eksotis menjadi daya tarik utama, membuat cerita seperti paket liburan romantis yang bikin penonton ingin ikut merasakan.

Kelebihan dan Kritik

Film ini dipuji karena peningkatan dari pendahulu, visual memukau Swiss, serta performa Rizky Nazar yang segar sebagai orang ketiga. Banyak penonton merasa lebih seru dengan drama cinta segitiga yang bikin galau, plus akhir yang memuaskan bagi penggemar. Musik dan sinematografi sukses merenggut emosi remaja.

Di sisi lain, beberapa kritik bilang plot masih klise dengan konflik childish dan kebetulan berlebih, membuat cerita agak predictable. Karakter kadang terasa manja, serta pendalaman emosi kurang dalam karena fokus visual. Meski begitu, kekurangan ini tak menghalangi kesan sebagai hiburan romantis yang menghibur.

Kesimpulan

London Love Story 2 berhasil melanjutkan formula sukses dengan tambahan drama lebih intens dan lokasi baru yang memikat. Di awal 2026 ini, tayangan ulangnya mengingatkan bahwa cinta sering diuji masa lalu dan jarak, tapi tetap manis jika dijalani tulus. Dengan visual indah dan chemistry aktor yang pas, film ini layak ditonton ulang untuk escapism romantis atau nostalgia remaja. Secara keseluruhan, ini adalah sekuel solid yang abadi, cocok bagi yang suka cerita cinta segitiga penuh haru dan pemandangan Eropa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *