Review Film A Very British Scandal: Perceraian Brutal

Review Film A Very British Scandal: Perceraian Brutal

Review Film A Very British Scandal: Perceraian Brutal. A Very British Scandal (2021) tetap menjadi salah satu miniseri paling tajam dan menghibur hingga kini, terutama karena mengangkat kisah nyata perceraian paling brutal dan paling banyak dibicarakan di Inggris abad ke-20: kasus Duke dan Duchess of Argyll tahun 1963. Serial tiga episode karya BBC ini menceritakan bagaimana Margaret Campbell (Claire Foy) dan Ian Campbell (Paul Bettany) berubah dari pasangan glamor menjadi musuh bebuyutan dalam pertarungan hukum yang penuh skandal, manipulasi, dan dendam pribadi. Claire Foy dan Paul Bettany memberikan penampilan luar biasa yang membuat serial ini terasa seperti drama kostum yang sangat modern—penuh intrik, seks, dan kekuasaan. INFO CASINO

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film A Very British Scandal: Perceraian Brutal

Cerita dimulai tahun 1940-an ketika Margaret Whigham—wanita cantik dan kaya raya—menikah dengan Ian Campbell, Marquess of Lorne yang sedang berjuang dengan keuangan keluarga Argyll. Pernikahan itu awalnya penuh kemewahan: pesta, perjalanan, dan janji-janji besar. Namun seiring waktu, Ian mulai terjerat utang dan alkohol, sementara Margaret tetap menjadi pusat perhatian sosialita London.
Serial ini mengikuti dua garis waktu: masa kejayaan pernikahan mereka di tahun 1950-an, dan masa perceraian brutal pada 1963. Ian, yang ingin menguasai harta Margaret, memalsukan bukti perselingkuhan istrinya dengan berbagai pria—termasuk foto polaroid terkenal yang menunjukkan Margaret dengan “headless man” (pria tanpa kepala). Margaret membalas dengan tuduhan kekerasan dan penggelapan. Persidangan menjadi sensasi media terbesar di Inggris saat itu: hakim menyebut Margaret sebagai “wanita yang tidak punya moral”, sementara Ian digambarkan sebagai suami yang korup dan kejam. Alur bergerak cepat tapi penuh ketegangan, menunjukkan bagaimana cinta berubah menjadi kebencian, dan bagaimana masyarakat serta hukum sering kali lebih kejam terhadap perempuan yang “tidak patuh”.

Performa Aktor dan Produksi: Review Film A Very British Scandal: Perceraian Brutal

Claire Foy sebagai Margaret Campbell memberikan penampilan terbaik dalam kariernya. Ia berhasil menangkap kecantikan dingin, kecerdasan tajam, dan kerapuhan di balik citra sosialita sempurna. Paul Bettany sebagai Ian Campbell juga sangat kuat—ia membawa karakter yang karismatik tapi rapuh, manipulatif, dan penuh dendam. Chemistry keduanya terasa sangat nyata dan sering kali menyakitkan, terutama dalam adegan pertengkaran dan konfrontasi.
Pemeran pendukung juga luar biasa: Annabel Scholey sebagai Lady Colin Campbell yang licik, dan Julia Davis sebagai ibu Margaret yang dingin. Produksi terasa sangat mewah: kostum dan set 1950–1960-an yang detail mencerminkan kemewahan kelas atas Inggris, sementara musik latar klasik meningkatkan rasa tegang tanpa mengganggu dialog. Setiap episode terasa seperti babak baru dalam tragedi—dari romansa hingga kehancuran total—tapi dikemas dalam gaya drama kostum yang elegan dan modern.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan terbesar A Very British Scandal adalah cara serial ini menggabungkan humor gelap, drama emosional, dan kritik sosial tanpa terasa berat. Penonton diajak memahami bagaimana masyarakat Inggris 1960-an memperlakukan perempuan yang menentang norma—Margaret dihukum bukan karena perselingkuhan, melainkan karena ia tidak mau tunduk. Claire Foy membuat Margaret terasa seperti korban sekaligus pelaku: korban manipulasi suami dan sistem hukum, tapi juga pelaku yang tidak sepenuhnya bersih. Serial ini juga pintar mengkritik kelas atas: kemewahan yang rapuh, dendam yang tersembunyi, dan bagaimana skandal bisa menghancurkan reputasi lebih dari kejahatan itu sendiri.
Di sisi lain, beberapa subplot (terutama tentang anak-anak dan keluarga besar) terasa kurang dieksplorasi karena fokus utama pada pasangan utama. Pace di episode tengah agak lambat karena banyak dialog pengadilan, dan akhir cerita terasa sedikit terburu-buru karena terikat fakta nyata. Bagi yang sudah mengikuti kasus ini dari awal, serial ini tidak menawarkan banyak fakta baru, tapi tetap berhasil membuat penonton merinding melihat bagaimana semuanya bisa terjadi.

Kesimpulan

A Very British Scandal adalah miniseri yang cerdas, elegan, dan sangat mengganggu—mengisahkan perceraian brutal Duke dan Duchess of Argyll dengan cara yang membuat penonton terus bertanya: siapa yang sebenarnya korban dalam skandal ini? Claire Foy dan Paul Bettany membawa karakter yang kompleks dan manusiawi, didukung naskah tajam serta produksi mewah. Serial ini bukan sekadar cerita tentang perselingkuhan dan foto telanjang, melainkan tentang kekuasaan, gender, dan bagaimana masyarakat sering kali menghukum perempuan yang terlalu bebas. Bagi penggemar drama kostum, true crime, atau siapa saja yang ingin memahami salah satu skandal paling ikonik di Inggris abad ke-20, A Very British Scandal sangat layak ditonton ulang. Ini bukan tentang siapa yang bersalah—ini tentang bagaimana satu perceraian bisa menjadi cermin kegelapan masyarakat yang tampak sempurna.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *