Review Film Rififi. Rififi adalah film kriminal Prancis yang dirilis pada tahun 1955, disutradarai oleh Jules Dassin. Film ini diadaptasi dari novel karya Auguste Le Breton dan dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam genre heist sepanjang masa. Cerita mengisahkan sekelompok pencuri profesional yang merencanakan dan melaksanakan perampokan toko perhiasan di Paris dengan tingkat detail dan ketegangan yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan pemeran utama Jean Servais sebagai Tony le Stéphanois, Carl Möhner, Robert Manuel, dan peran pendukung dari Magali Noël serta Perrette Pradier, Rififi membawa nuansa noir klasik yang dingin, realistis, dan sangat minim dialog di bagian paling pentingnya. Meski sudah berusia hampir tujuh dekade, film ini masih sering disebut sebagai standar emas bagi film heist karena adegan perampokan yang legendaris. BERITA BASKET
Plot dan Alur Cerita: Review Film Rififi
Cerita berpusat pada Tony, seorang pencuri berpengalaman yang baru keluar dari penjara setelah menjalani hukuman lima tahun tanpa membocorkan rekan-rekannya. Ia merasa dikhianati oleh mantan kekasihnya dan mulai merencanakan satu perampokan terakhir yang besar: membobol toko perhiasan mewah di Place Vendôme. Tony membentuk tim kecil yang terdiri dari ahli kunci, sopir, dan perencana. Alur cerita dibagi menjadi dua bagian utama: persiapan dan eksekusi. Bagian persiapan penuh dialog tajam dan pengenalan karakter, sementara bagian eksekusi—yang berlangsung hampir 30 menit tanpa dialog sama sekali—menjadi sorotan utama. Adegan pembobolan brankas di malam hari dilakukan dengan ketelitian luar biasa: alat-alat sederhana, gerakan lambat, dan suara yang sangat minim. Ketegangan dibangun hanya melalui suara napas, alat kerja, dan jam yang terus berjalan. Setelah berhasil, cerita berlanjut ke konflik internal tim dan konsekuensi yang tak terhindarkan. Meski plotnya sederhana, alur cerita terasa sangat tegang karena fokus pada realisme dan keheningan yang disengaja.
Penampilan Pemeran dan Atmosfer Noir: Review Film Rififi
Jean Servais sebagai Tony memberikan penampilan yang sangat kuat—wajahnya yang lelah dan tatapan dingin membuat karakter terasa seperti pria yang sudah kehilangan segalanya kecuali satu kesempatan terakhir. Ia berhasil membawa rasa putus asa dan ketegasan yang membuat penonton ikut merasakan tekanan. Carl Möhner dan Robert Manuel sebagai anggota tim memberikan dukungan yang solid dengan karakter yang lebih ekspresif dan manusiawi. Magali Noël sebagai mantan kekasih Tony menambah lapisan emosional tanpa perlu banyak dialog. Atmosfer film sangat noir: pencahayaan kontras tinggi, bayangan panjang, dan lokasi malam hari Paris yang dingin memberikan rasa tegang yang konstan. Jules Dassin berhasil menciptakan ketegangan hanya dengan keheningan dan detail kecil—suara bor, napas tertahan, atau gerakan tangan yang lambat. Musiknya minimalis tapi efektif, membuat adegan tanpa dialog terasa lebih kuat.
Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan
Kelebihan terbesar Rififi ada pada adegan pembobolan brankas yang legendaris—bagian 28 menit tanpa dialog itu dianggap sebagai salah satu urutan terbaik dalam sejarah sinema. Film ini membuktikan bahwa ketegangan bisa dibangun tanpa suara tembakan atau ledakan besar, hanya dengan realisme dan keheningan. Penampilan pemeran juga sangat kuat, terutama Jean Servais yang membuat Tony terasa seperti manusia biasa yang terjebak dalam dunia keras. Atmosfer Paris malam hari dan kritik sosial terhadap dunia kriminal terasa sangat otentik. Kekurangannya adalah pacing yang lambat di bagian awal dan akhir, serta beberapa subplot yang terasa kurang dalam. Karakter perempuan juga relatif minim peran, meski tetap efektif. Secara keseluruhan, Rififi adalah film heist yang sangat cerdas dan berpengaruh—sebuah klasik yang masih terasa segar karena pendekatan realistisnya yang jarang ditemui di genre ini.
Kesimpulan
Rififi adalah film heist klasik yang membuktikan bahwa kesederhanaan dan keheningan bisa lebih menegangkan daripada aksi berlebihan. Meski plotnya sederhana dan beberapa bagian terasa lambat, kekuatan utamanya ada pada adegan pembobolan yang ikonik, penampilan Jean Servais yang luar biasa, dan atmosfer noir yang sangat kuat. Film ini cocok bagi penggemar genre kriminal yang suka cerita tentang perencanaan cerdas, konflik internal, dan konsekuensi nyata dari kejahatan. Bagi yang belum menonton atau ingin rewatch, Rififi masih terasa sangat segar dan penuh ketegangan—sebuah contoh sempurna bahwa film heist terbaik adalah yang mengandalkan otak dan kesabaran, bukan hanya kekerasan atau keberuntungan. Jika Anda mencari film aksi kriminal yang punya substansi dan pengaruh besar, Rififi adalah pilihan yang sangat layak.

