Review Film The Amateur: Mata-mata yang Tak Siap. Film The Amateur (2025) yang dibintangi Rami Malek sebagai Charlie Heller, seorang analis CIA biasa yang tiba-tiba terpaksa menjadi agen lapangan setelah istrinya tewas dalam serangan teroris, telah menjadi salah satu thriller spionase paling dibicarakan sejak penayangan perdananya di bioskop pada April 2025. Disutradarai oleh James Hawes (dikenal dari serial Slow Horses), film ini mengadaptasi novel karya Robert Littell tahun 1981 dengan pendekatan modern yang lebih fokus pada psikologi karakter daripada aksi besar-besaran. Hingga Februari 2026, The Amateur masih bertahan di peringkat atas layanan streaming dan mendapat rating rata-rata 7,2/10 dari penonton serta 78% di Rotten Tomatoes. Film ini berhasil menarik perhatian karena berhasil menggabungkan ketegangan spionase klasik dengan cerita personal tentang orang biasa yang dipaksa masuk ke dunia yang tidak pernah ia siapkan. REVIEW FILM
Alur Cerita dan Ketegangan Psikologis: Review Film The Amateur: Mata-mata yang Tak Siap
Charlie Heller adalah analis bahasa di CIA yang hidupnya berubah drastis setelah istrinya Sarah (Rachel Brosnahan) tewas dalam serangan bom di London. Pemerintah AS menolak mengakui insiden itu sebagai terorisme demi menjaga hubungan diplomatik, membuat Charlie merasa dikhianati. Dengan hanya mengandalkan pengetahuan buku dan skill analisisnya—tanpa pelatihan lapangan—Charlie memutuskan memburu sendiri para pelaku. Ia memaksa CIA memberinya akses ke sumber daya dengan mengancam akan membocorkan rahasia negara.
Alur film berjalan dengan ritme lambat di awal, membangun rasa frustrasi dan kemarahan Charlie yang sangat relatable. Ketegangan muncul bukan dari adegan tembak-menembak spektakuler, melainkan dari ketidaksiapan Charlie: ia gugup saat memegang senjata, salah membaca situasi, dan hampir mati berkali-kali karena kurang pengalaman. Sutradara James Hawes sengaja tidak menjadikan Charlie sebagai “pahlawan instan”; ia tetap canggung dan manusiawi hingga akhir. Klimaks film justru terjadi saat Charlie harus memilih antara balas dendam atau menyelamatkan nyawa orang lain—pilihan yang membuat penonton ikut mempertanyakan batas moral dalam situasi ekstrem.
Performa Rami Malek dan Pemeran Pendukung: Review Film The Amateur: Mata-mata yang Tak Siap
Rami Malek memberikan penampilan yang sangat kuat sebagai Charlie Heller. Ia berhasil menampilkan perpaduan antara kecerdasan analitis dan kerapuhan emosional tanpa terlihat berlebihan. Ekspresi wajahnya yang sering diam tapi penuh gejolak menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Rachel Brosnahan sebagai Sarah muncul dalam flashback dan rekaman video, berhasil membuat penonton merasakan kehilangan yang dalam meski karakternya hanya muncul terbatas.
Pemeran pendukung seperti Laurence Fishburne (sebagai atasan CIA yang skeptis) dan Caitríona Balfe (agen lapangan yang membantu Charlie) memberikan bobot tambahan. Chemistry antara Malek dan Balfe terasa alami dan menambah dimensi emosional pada cerita yang sebenarnya cukup dingin dan teknis.
Sinematografi dan Musik yang Membangun Suasana
Sinematografi oleh Laurie Rose menggunakan warna-warna dingin dan pencahayaan natural yang membuat London dan Eropa Timur terasa suram dan menekan—sesuai dengan kondisi psikologis Charlie. Adegan-adegan aksi dibuat realistis dan tidak berlebihan: tidak ada lompatan dari gedung tinggi atau ledakan besar, melainkan ketegangan dari kesalahan kecil yang hampir fatal.
Musik karya Daniel Pemberton menggunakan motif piano yang repetitif dan string yang tegang untuk menggambarkan kegelisahan batin Charlie. Soundtrack tidak mendominasi, tapi berhasil memperkuat rasa “orang biasa yang tersesat di dunia mata-mata”.
Kesimpulan
The Amateur adalah thriller spionase yang berbeda: bukan tentang agen super yang tak terkalahkan, melainkan tentang orang biasa yang dipaksa masuk ke dunia yang tidak ia pahami. Film ini berhasil menggabungkan ketegangan genre spy thriller dengan drama psikologis yang kuat, didukung performa Rami Malek yang luar biasa dan arahan James Hawes yang cerdas. Meski tidak se-aksi film mata-mata besar seperti James Bond atau Mission: Impossible, The Amateur justru lebih mengena karena terasa sangat manusiawi. Jika kamu bosan dengan pahlawan sempurna dan ingin melihat cerita tentang orang biasa yang berjuang melawan ketakutan dan kehilangan, film ini sangat layak ditonton. The Amateur bukan sekadar film mata-mata; ia adalah pengingat bahwa dalam dunia yang keras, yang paling berbahaya bukan musuh di luar, melainkan keraguan dan trauma di dalam diri sendiri. Dan itulah yang membuatnya tetap relevan hingga sekarang.
