Review Film The Roundup: Punishment – Kim Dae-myung Lebih Sadis? The Roundup: Punishment, bagian keempat dari franchise The Roundup yang tayang sejak Desember 2024, langsung jadi salah satu film aksi Korea paling ramai dibicarakan di awal 2026. Kali ini Ma Dong-seok (Don Lee) kembali sebagai Detektif Ma Seok-do, tapi sorotan utama jatuh pada Kim Dae-myung sebagai Jang Dong-chul, antagonis utama yang jauh lebih sadis dan dingin dibanding villain sebelumnya. Film berdurasi 109 menit ini berhasil meraup lebih dari 11 juta penonton di Korea Selatan dan US$130 juta secara global hingga Januari 2026. Rating penonton di platform lokal mencapai 4,6/5, sementara skor kritikus berada di kisaran 7,5/10. Dengan adegan kekerasan yang lebih brutal dan tempo yang lebih cepat, banyak yang bertanya: apakah Kim Dae-myung benar-benar bikin karakter antagonis ini lebih sadis dari sebelumnya, atau film ini hanya mengulang formula sukses dengan tambahan darah? BERITA BOLA
Aksi dan Kekerasan yang Naik Level di Film The Roundup: Review Film The Roundup
The Roundup: Punishment mempertahankan ciri khas franchise: aksi tangan kosong yang brutal dan realistis. Ma Dong-seok masih jadi mesin penghancur dengan pukulan-pukulan berat yang terasa sakit hanya dengan melihatnya. Namun kali ini kekerasan tidak lagi hanya satu arah—Kim Dae-myung sebagai Jang Dong-chul membawa level sadisme yang baru. Adegan interogasi dan penyiksaan yang ia lakukan terasa sangat dingin dan tanpa ampun, dengan detail luka dan ekspresi wajah korban yang membuat penonton merinding. Adegan klimaks di gudang dan jalanan malam Seoul menjadi salah satu sequence aksi terbaik tahun 2025—kamera bergerak dinamis, pukulan terasa berat, dan darah yang menyembur terlihat sangat nyata. Musik dan sound design juga naik level: dentuman bass saat pukulan mendarat dan suara tulang retak membuat setiap aksi terasa lebih impactful. Secara keseluruhan, film ini berhasil membuat aksi terasa lebih sadis dan tidak main-main dibanding tiga film sebelumnya.
Performa Kim Dae-myung dan Ma Dong-seok: Review Film The Roundup
Kim Dae-myung sebagai Jang Dong-chul memberikan penampilan yang sangat mengganggu. Ia berhasil membuat karakter antagonis yang dingin, cerdas, dan benar-benar sadis—tatapan matanya kosong tapi penuh ancaman, senyum tipisnya terasa menjijikkan, dan cara bicaranya yang pelan tapi penuh tekanan membuat penonton merasa tidak nyaman sepanjang film. Banyak yang bilang ini salah satu villain terbaik di franchise The Roundup karena tidak hanya jahat, tapi juga punya aura psikopat yang sangat kuat. Ma Dong-seok sebagai Ma Seok-do tetap jadi jangkar film—pukulan-pukulannya masih terasa berat, dialognya penuh humor kering, dan karismanya tetap utuh. Chemistry antara keduanya (meski minim interaksi langsung) terasa sangat tidak sehat dan mencekam—seperti dua kekuatan yang saling tarik-menarik dalam dunia kekerasan. Cast pendukung seperti Park Ji-hwan dan Lee Dong-hwi juga tampil solid, menambah rasa tim detektif yang hangat di tengah kekacauan.
Kelemahan Cerita dan Perbandingan dengan Film Sebelumnya
Meski aksi dan performa sangat kuat, cerita menjadi kelemahan utama. Plot terasa sangat sederhana—tim detektif mengejar satu villain besar—dan tidak punya twist besar yang benar-benar mengejutkan. Banyak adegan terasa repetitif: pengejaran, interogasi, pukulan berat, lalu ulangi. Bagi penonton yang sudah menonton tiga film sebelumnya, formula ini mulai terasa familiar dan kurang inovatif. Dibandingkan The Roundup: Punishment yang lebih fokus pada aksi dan humor, film ini lebih gelap dan sadis—bagi sebagian penggemar ini terasa lebih matang, tapi bagi yang mencari hiburan ringan seperti dua film pertama, bisa terasa terlalu berat. Ada juga kritik bahwa durasi terasa sedikit panjang karena beberapa adegan action yang berulang tanpa variasi signifikan.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak sesi malam yang penuh dan penonton yang keluar bioskop sambil membahas adegan paling sadis. Box office domestik sudah melewati 3 juta penonton, sementara global US$130 juta menunjukkan sukses komersial yang solid untuk film aksi Korea. Di media sosial, klip pukulan Ma Seok-do dan adegan interogasi Jang Dong-chul jadi viral. Film ini juga berhasil membuka diskusi soal kekerasan dalam aksi Korea, serta bagaimana franchise The Roundup terus berevolusi dari komedi aksi menjadi thriller yang lebih gelap. Banyak yang bilang Kim Dae-myung berhasil jadi villain paling sadis dalam seri ini.
Kesimpulan
The Roundup: Punishment adalah sekuel yang berhasil naik level dalam hal kekerasan dan performa antagonis. Kim Dae-myung sebagai Jang Dong-chul memang terasa lebih sadis dan mengganggu dibanding villain sebelumnya, sementara Ma Dong-seok tetap jadi mesin aksi yang tak tergantikan. Visual dan adegan action brutal, chemistry cast solid, dan tempo yang cepat membuat film ini layak ditonton bagi penggemar aksi Korea. Meski cerita agak sederhana dan beberapa bagian repetitif, film ini tetap jadi salah satu aksi terbaik 2025 yang menghibur dan intens. Worth it? Ya—terutama kalau kamu suka aksi brutal dan villain yang benar-benar jahat. Kalau suka The Roundup sebelumnya atau film aksi Korea seperti The Villainess, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan mata dan jantung, karena kali ini kekerasannya naik level. Franchise ini terus hidup dan semakin ganas—dan itulah yang membuatnya tetap menarik. Layak dapat tempat di daftar tontonan aksi 2025–2026.

