Review Jujur Film Berjudul Palm Royale. Palm Royale (2024–2025) tetap jadi salah satu serial Apple TV+ paling stylish dan kontroversial di akhir 2025, terutama dengan season 2 yang tayang sejak 12 November 2025 dan masih berlanjut hingga Januari 2026. Berlatar 1969 di Palm Beach, Florida, serial ini ikuti Maxine Dellacorte-Simmons (Kristen Wiig) yang ambisius ingin masuk ke kalangan high society melalui klub eksklusif Palm Royale. Meski bukan review film bioskop, durasi episode panjang dan produksi mewah membuatnya terasa seperti mini-movie. Dengan cast bintang seperti Allison Janney, Carol Burnett, Laura Dern, Ricky Martin, dan Josh Lucas, season 2 ini lebih berani, lebih lucu, dan lebih chaotic dibanding season 1—cocok untuk yang suka campy comedy dengan sentuhan satire sosial.
Sinopsis Film Palm Royale dan Perkembangan Cerita di Season 2
Season 1 fokus pada Maxine yang berjuang naik kelas sosial, menyusup ke dunia orang kaya sambil menyembunyikan masa lalunya. Season 2 lanjut dengan stakes lebih tinggi: Maxine sudah “masuk” tapi harus pertahankan posisi di tengah intrik, pembunuhan misterius, rahasia keluarga, dan konflik finansial Dellacorte. Plot semakin liar—ada kembar rahasia, percobaan bunuh diri palsu, perjalanan ke Swiss untuk urusan warisan, dan twist yang absurd seperti musical number serta double-crossing. Cerita tetap soal ambisi, kelas sosial, dan pengorbanan, tapi season ini lebih cepat pacing-nya, lebih banyak humor fisik, dan satire yang lebih tajam terhadap feminisme 1960-an serta kekayaan berlebih. Meski ada plot hole dan over-the-top, itu justru jadi ciri khas—serial ini tak berpura-pura serius, melainkan nikmati kekonyolan high society.
Performa Cast dan Produksi yang Memukau
Kristen Wiig sebagai Maxine tetap jadi jantung serial—karakternya naif tapi licik, lucu sekaligus menyentuh, terutama di momen fisik comedy yang semakin banyak di season 2. Allison Janney sebagai Evelyn Rollins mencuri perhatian dengan sarkasme tajam dan problem-solving kreatif. Carol Burnett (Norma Dellacorte) dan Ricky Martin (Robert) juga bersinar—Martin dapat musical number yang fun, Burnett bawa humor tanpa kata. Ensemble lain seperti Josh Lucas (Douglas), Leslie Bibb, dan Laura Dern tambah kedalaman. Produksi Apple TV+ luar biasa: kostum mid-century yang glamor, set mansion mewah, sinematografi cerah, dan needle drops 60-an bikin visual terasa seperti Wes Anderson versi campy. Season 2 lebih berani tonally, dengan campuran dark comedy, satire, dan momen heartwarming yang lebih kuat.
Kelebihan dan Kekurangan Film Palm Royale
Kelebihan terbesar season 2 adalah “embrace the chaos”—serial ini tahu dirinya silly dan fun, jadi pacing lebih cepat, humor lebih tajam, dan absurditas jadi kekuatan. Banyak kritikus sebut ini glow-up signifikan dari season 1 yang mixed (Rotten Tomatoes 57-60% untuk overall, tapi season 2 naik jadi sekitar 64-70%). Visual dan cast bintang bikin serial ini visually arresting, plus tema sosial (feminisme, kelas) lebih terasa tanpa terlalu berat. Kekurangan: plot terkadang terlalu berantakan dengan terlalu banyak twist, beberapa subplot terasa contrived, dan nada campy bisa terlalu over-the-top bagi yang suka drama serius. Beberapa bilang masih “style over substance”, tapi bagi fans, justru itu yang bikin addictive.
Kesimpulan
Palm Royale di akhir 2025 adalah serial yang semakin menemukan jati dirinya—dari campy dramedy yang visually stunning jadi hiburan escapism terbaik bagi yang ingin istirahat dari prestige drama berat. Season 2 lebih fun, lebih cepat, dan lebih berani, dengan cast yang bersinar dan produksi mewah yang tak tertandingi. Meski ada kekurangan seperti plot hole dan nada yang kadang terlalu absurd, kekuatannya di humor, satire ringan, dan karakter yang memorable membuatnya layak ditonton. Cocok untuk binge malam santai sambil nikmati glamour 1960-an—jika kamu suka camp, glitz, dan drama konyol, ini pilihan tepat. Selamat streaming di Apple TV+, dan siap-siap ketawa sambil geleng-geleng kepala!

